Tips Antipanik Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Produk Bayi Terbaik – Setelah melahirkan bayi pertama, new mom biasanya mengalami jetlag saat harus mengasuh si Kecil pertama kalinya. Duh, rasanya deg-degan banget. Khawatir tidak mampu, cemas kalau sampai ada yang salah dalam cara merawat bayi, sampai takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, banyak new mom yang biasanya menggunakan jasa baby sitter untuk membantu. Padahal, sebenarnya cara merawat bayi baru lahir tidak sulit, asal tahu caranya.

Memandikan Bayi

Banyak Mam yang langsung memandikan bayinya dalam ember. Namun, saya lebih suka menggunakan baby bather karena lebih praktis dan sangat mudah. Letakkan si Kecil di atas baby bather kemudian bersihkan dengan washlap. Bagian-bagian yang harus dibersihkan yaitu, telinga, hidung, kemaluan, dan lipatan-lipatan kulit seperti leher, siku, dan lipatan paha, serta kepala.

Memandikan bayi itu nggak sulit, lho. Awalnya saya juga takut banget memandikan bayi. Namun, saya punya trik yang gampang banget dilakukan. Prinsipnya, gunakan air bersih dengan suhu yang disukai si Kecil, yaitu suam-suam kuku, dalam ember. Ember yang digunakan sebaiknya khusus untuk bayi.

Gunakan sabun khusus bayi yang head to toe wash supaya praktis. Setelah semua tersabuni, basuh dulu sedikit dengan air hangat. Setelah semua sisa sabun hilang, masukkan si Kecil ke ember. Sambil berendam, si Kecil bisa sambil bermain bersama Mam. Si Kecil pasti senang sekali berendam dalam air hangat sambil Mam basuh dan pijat ringan tubuhnya.

Mam harus ingat, memandikan harus dilakukan saat si Kecil dalam kondisi terjaga. Jangan memandikan si Kecil saat sedang tidur ya, Mam. Setelah itu, segera keringkan si Kecil dengan handuk lembut. Pastikan semua lipatan kulitnya kering agar tidak tumbuh jamur dan berbau tidak sedap.

Menyusui

Nah, menyusui sering menjadi momok bagi new mom karena banyak banget faktor yang memengaruhi suksesnya proses menyusui. Menurut anjuran WHO, sebaiknya si Kecil mendapatkan ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan. Tips dari saya:

Saat hamil, baca sebanyak mungkin teori per-ASI-an. Jangan lupa rajin membersihkan payudara saat hamil. Ini agar aerola tempat ASI nantinya keluar tidak tersumbat lemak-lemak atau kotoran yang ada. Membersihkannya cukup dengan kapas lembut saat Mam mandi.

Setidaknya ada dua hormon yang sangat berperan dalam pemberian ASI, yaitu prolaktin untuk memproduksi ASI dan oksitosin untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Agar produksi ASI bagus, asupan makan Mam juga harus bergizi dan jumlahnya terpenuhi. Jadi usakan tidak menahan makan supaya cepat langsing ya, Mam. Makanlah sewajarnya. Tenang saja, karena nanti makanannya terkonversi ke ASI kok, jadi nggak perlu takut gemuk.

Setelah produksi ASI oke, agar keluarnya juga oke, Mam harus rileks dan tenang. Ingat ya Mam, saat si Kecil baru lahir masih membawa cadangan makanan dari rahim. Jadi, kalau ASI Mam tidak langsung keluar, jangan panik dan jangan buru-buru memberi makanan lain selain ASI. Tetap lekatkan si Kecil ke payudara minimal dua jam sekali atau kapan pun ia menghendaki.

Setelah si Kecil kenyang, sendawakan dengan cara menopang pada posisi berdiri sehingga dagunya berada pada pundak Mam. Sangga badan si Kecil dan tepuk-tepuk ringan punggungnya sampai udara keluar dari mulutnya, ditandai dengan suara sendawa. Hal ini untuk mencegah si Kecil kembung.

Pup and Pipis

Saat si Kecil baru lahir, kerjannya ya, pup dan pipis. Ini indikator kecukupan ASI. Pada hari-hari pertama, si Kecil akan pup dan pipis sekali sehari. Frekuensinya akan meningkat seiring jumlah ASI yang diminum si Kecil.

Awal-awal pup, warna fesesnya adalah hitam. Ini namanya mekonikum, jadi jangan takut, Mam. Selanjutnya, feses si Kecil akan bertekstur lembek atau berupa butiran-butiran menyerupai biji-bijian.

Cara praktis membersihkan kotoran bayi:

Sediakan kapas bulat di kamar. Sediakan juga air bersih dalam wadah yang tidak mudah tumpah. Ini agar Mam tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *