Cara Mengatasi Batuk pada Bayi, Jangan Buru-Buru Minum Obat!

Sebagai orangtua, Mama tentu mengharapkan bayi selalu dalam keadaan sehat. Batuk adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh bayi. Untuk mengobatinya pun tidak semudah mengobati orang dewasa. Karena banyak obat yang dijual bebas tidak boleh sembarangan dikonsumsi oleh si Kecil dan PCR Test.

Untungnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat bayi merasa lebih baik dan menghentikan batuknya, sebelum Mama membawanya ke dokter.

Penyebab Batuk pada Bayi

Batuk juga terjadi pada bayi, bukan hanya anak-anak atau orang dewasa saja. Ketika sesuatu mengiritasi paru-paru atau tenggorokan kita, batuk terjadi sebagai sebuah respons.

Beberapa alasan umum bayi batuk meliputi:

Penyakit. Segala sesuatu mulai dari virus pernapasan seperti pilek atau flu hingga infeksi bakteri seperti bronkitis dan pneumonia dapat memicu batuk pada bayi. Ini biasanya karena peningkatan lendir di tenggorokan atau paru-paru, atau kadang-kadang karena jaringan bronkial yang meradang atau teriritasi.
Alergi. Sebagian besar bayi tidak mengalami alergi musiman hingga setidaknya berusia dua tahun, tetapi bayi mungkin alergi terhadap hal lain di lingkungannya. Bulu hewan peliharaan, debu, jamur, dan alergen rumah tangga lainnya adalah penyebab umum alergi pada bayi.
Refluks. Bayi rentan terhadap penyakit gastroesophageal reflux (GERD), yang dapat menyebabkan batuk dan tersedak karena asam lambung mengiritasi tenggorokan.
Batuk rejan. Juga dikenal sebagai pertusis atau “batuk 100 hari”, batuk rejan disebabkan oleh penyakit bakteri dan dapat menyerang bayi serta orang dewasa.
Asma. Jika bayi cenderung batuk saat berusaha tidur di malam hari atau mudah kehabisan napas karena aktivitas fisik di siang hari, batuknya bisa jadi karena asma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *